Arrow
Arrow
Shadow
Slider

Pada tulisan kali ini ditampilkan riasan Pengantin Solo Putri. Bagaimana tahapan riasannya?

Riasan Wajah

  1. Bersihkan wajah, oleskan pelembab warna agar kulit cerah, kemudian alas bedak sewarna kulit tipis-tipis pada wajah dan leher secara merata. Jangan lupa untuk memberikan shading dan tint di area yang dibutuhkan.
  2. Pulaskan bedak tabur secara merata ke wajah dan leher menggunakan kuas, disambung dengan bedak padat untuk menegaskan riasan. Disambung dengan kembali mengoleskan tint untuk mencerahkan kulit.
  3. Pulaskan eyeshadow warna merah mata pada kelopak mata dan cokelat pada perbatasan kelopak dan tulang mata, baurkan. 
  4. Untuk menegaskan sekaligus mencerahkan mata, pulaskan highlight warna pink muda pada tulang mata hingga ujung alis terluar. Baurkan dengan eyeshadow. 
  5. Alis dibentuk melengkung indamangot sebagai ciri khas pengantin Solo Putri. 
  6. Jepit bulu mata dengan penjepit khusus bulu mata. Kemudian pasang bulu mata palsu, baik untuk bagian atas maupun bawah. Setelah itu oleskan eyeliner cair agar mata lebih tajam dan diakhiri dengan maskara agar mata lebih tajam. 
  7. Oleskan lipstik warna merah dengan kuas agar merata.
  8. Pulaskan blush on warna merah pada pipi, dengan batas atas dua jari dari sudut mata, batas samping luar dua jari dari telinga dan batas samping dalam dua jari dari hidung. Sedangkan untuk batas bawah disesuaikan bentuk muka. Oleskan agak tebal, sebab momen pengantin riasan memang harus tebal.

 

 

Cengkorongan


Cengkorongan merupakan desain riasan wajah di bagian dahi. Untuk cengkorongan pengantin Solo Putri berbentuk bulat dan paesnya berwarna hitam. Cengkorongan ini sendiri terdiri dari gajahan, pengapit, penitis dan godeg.

Caranya:
(A)- Gajahan: Ambil titik tengah di garis rambut dari tengah hidung. Kemudian buat titik di kiri dan kanan dari titik tengah dengan jarak dua jari. Untuk titik bawahnya, diambil dari ujung alis dengan jarak tiga jari. Kemudian dari titik-titik tersebut ditarik garis dengan bentuk setengah bulatan telur itik.
- Penitis: Buat titik dari pangkal alis dengan jarak satu ibu jari. Kemudian ambil titik dari gajahan dengan jarak dua setengah jari. Titik lainnya diambil dari atas pangkal telinga dengan jarak satu jari. Tarik garis berbentuk setengah bulatan telur ayam. Buatlah untuk sisi kanan dan kiri.
- Pengapit: Ambil titik di tengah-tengah titik gajahan dan penitis. Kemudian dari titik tengah itu dibagi lagi kiri dan kanan. Untuk titik bawahnya, diambil dua jari dari alis. Tarik titik-titik tersebut menjadi berbentuk bunga kantil.
- Godeg: Untuk membuat godeg harus nyambung dari penitis. Caranya, buat titik berjarak dua jari dari sisi telinga, kemudian untuk ujungnya juga berjarak dua jari dari ujung telinga. Sedangkan pangkal godeg ini ditarik dari titik penitis bawah, masuk satu jari ke dalam. Kemudian tarik garis dari titik-titik tersebut dan bentuklah seperti ujung bunga turi.
(B) Cengkorongan itu kemudian diisi dengan pensil alis warna hitam dan ratakan.

Sanggul 

  1. Sisir rambut dan belah menjadi dua, yaitu bagian depan dan belakang. Untuk bagian belakang buat kuncir dengan tinggi sekitar lima jari rapat dari garis rambut terbawah.
  2. Untuk bagian depan, disasak penuh. 
  3. Rapikan sasakan. Untuk bagian atas dibuat rata atau tidak terlalu tinggi, sementara untuk bagian samping atau yang disebut conthokan, lebar sempitnya disesuaikan bentuk wajah. Kalau wajah kecil, berarti conthokan lebar, demikian pula sebaliknya.
  4. Pada puncak kepala, ambil jarak tiga jari dari garis rambut dan ikat dengan lungsen atau kunciran rambut dengan jumlah sedikit. Buhulkan.
  5. Untuk kuncirannya diikatkan cemara cawang. 
  6. Pasang rangkaian pandan wangi yang sudah diiris tipis-tipis dan dimasukkan ke dalam rajut panjang, di belakang sasak. Ikat dengan kencang.
  7. Cemara cawang dibagi dua, kanan dan kiri. Tekuk cemara yang sudah dibagi dua itu ke dalam, dari kiri dan kanan, bentuk seperti kupu. Sementara sisanya untuk menutupi pandan. Biarkan pandan terlihat mengintip atau yang dinamakan mata sipit. Kemudian, ambil lungsen dan tarik ke bawah untuk membelah sanggul menjadi bentuk kupu. Tutup sanggul dengan rajut bulat beberapa lapis sampai rapi. 
  8. Pasang tutup gelung melati di atas sanggul dan dijepit dengan jepit rambut. Dan batas sanggul ditutup dengan sisiran yang dirangkai dari melati berbentuk bando.
  9. Sisi kanan bawah sanggul dipasang tiba dada, yaitu melati yang dirangkai memanjang. Rangkaian melati disampirkan di bahu kanan.
  10. Untuk sisi kiri bawah dipasangkan sintingan, yaitu rangkaian melati pendek.
  11. Pasang sisir di atas gajahan dengan jarak tiga jari dari garis rambut. Kemudian di sisi kanan dan kiri dipasang borokan dengan jarak satu jari dari garis rambut. Kemudian letakkan sokan, yaitu rangkaian melati beberapa buah, di atas penitis.
  12. Pasang penetep di tengah-tengah sanggul dan tanjungan di kiri kanan sanggup, masing-masing tiga buah. 
  13. Pasang cunduk mentul sejumlah tujuh atau sembilan buah. Untuk cunduk mentul pertama diletakkan di puncak kepala, selanjutnya berjarak dua jari, ke kiri dan kanan hingga membentuk seperti kipas. Selanjutnya tutup tempat tusukan cunduk mentul dengan sisiran.


Busana
Busana asli Pengantin Solo Putri ini sebenarnya berwarna hitam terbuat dari beludru dengan hiasan payet-payet. Namun, kali ini pengantin mengenakan busana modifikasi. Dihiasi dengan kalung, gelang, cincin dan bros.


Sumber : Majalah Cantiq