Arrow
Arrow
Shadow
Slider

Cantiknya pengantin Indonesia tidak terlepas dari cantiknya pakaian yang dikenakan. Selama ini, pengantin Indonesia sering mengenakan pakaian tradisional yang khas yang sudah tidak diragukan lagi keindahannya. Kain tradisional khas Indonesia tidak hanya menampilkan keindahan semata melainkan sarat dengan makna dan simbol, terutama untuk momen spesial seperti hari pernikahan.

Untuk dapat memaknai kain tradisional tersebut, tidak hanya cukup mengangumi keindahannya saja, melainkan juga harus dapat membaca makna di balik motifnya yang sarat perlambang.

Cermat memilih kain untuk pengantin

Sesuaikan kain dan kebaya dengan tema adat dan budaya yang akan dipakai. Misalnya adat Jawa mengenakan kain batik motif klasik seperti Sidomukti. Untuk adat Sumatera yang umum dikarenakan adalah kain tenun songket.
Dianjurkan untuk berkonsultasi dengan pemuka adat atau ahli perkawinan adat yang memiliki wawasan pengetahuan mengenai adat tersebut untuk menghindari kekeliruan.



Jika Anda ingin konsep perpaduan tradisional modern, mengenakan kain tenun sutra yang sedang 'in' seperti kreasi desainer Obin dan kain tenun Baron yang terkenal dengan kekhasan motif tenynnya tentu akan menambah keanggunan dan keindahan yang ingin ditampilkan.

Indonesia kaya akan kain tenun khas seperti tenun silungkang, kain songket, kain nusa tenggara, kain tenun bali, dan masih banyak lagi yang lain. Anda dapat menciptakan paduan indah dari kain-kain tersebut dengan selera dan gaya personal.

Perlu keterampilan untuk mengenakan kain agar terihat rapi dan nyaman dikenakan. Anda dapat mengolah kain tersebut sebelumnya dengan menjahitnya sesuai ukuran badan atau memberi tambahan kain jika kain kurang panjang. Khusus untuk kain Jawa biasanya dilakukan pelipatan khusus pada tepi kain yang dikenal dengan istilah wiron atau wiru.
Ada sejumlah kain yang umum dikenakan pengantin pada hari pernikahan:


Kain batik
Motif batik erat kaitannya dengan beragam perlambang. Setiap batik memiliki kekhasan dan keunikan sendiri. Seperti pemujaan terhadap keagungan alam, kepercayaan, adat, budaya yang melingkupi dan pengharapan dalam pencapaian hidup. Motif batik untuk pengantin antara lain :

  • Sidomukti
    Motif Sidomukti berwujud dalam simbol berupa flora, burung dan kupu-kupu yang 'terkurung' dalam bidang belah ketupat. Biasanya motif Sidomukti dikenakan mempelai yang menggunakan adat budaya dari Jawa Tengah dan Yogyakarta. Makna yang tersirat dari motif ini adalah pengharapan kedua mempelai akan kehiduoan yang bahagia dan indah layaknya keceriaan bunga-bunga, burung dan kupu-kupu di alam raya semesta.
  • Wahyu Tumurun
    Motif Wahyu Tumurun juga kerap dipilih oleh mempelai yang menggunakan adat Jawa. Motif ini bercirikan flora dan fauna yang menyebar sepanjang kain dalam komposisi yang menarik. Tebaran bunga bertangkai, sulur, burung dan pasangan burung yang tampil berdampingan seolah menyiratkan keceriaan, kebahagiaan alam semesta untuk turut berbagi bahagia bersama mempelai dalam memohon rahmat dan keridhaan Yang Maha Kuasa dalam menapaki kehidupan baru berumah tangga.

Tampilan kain batik untuk calon pengantin juga dibuat dari kain batik tulis halus. Tren saat ini kain batik khusus pengantin berhiaskan emas prada atau diberi hiasan payet agar terlihat mewah dan indah.
Cara merawat kain batik

  • Gunakan larutan khusus untuk pencucian kain batik agar motif kain tidak memudar
  • Jangan gunakan mesin cuci, cukup rendam sebentar
  • Jemur kain bagian dalam dan cukup dianginkan, hindari sinar matahari langsung
  • Setrika kain pada bagian dalam. Jika perlu menyetrika bagian luar, lapisi dengan kain tipis agar motif tidak cepat pudar.

Paduan serasi kain batik

  • Jika adat tradisional klasik yang dipakai biasanya kain batik berpadukan kebaya Jawa klasik bukaan depan sebatas pinggul terbuat dari bahan beludru atau velvet warna hitam, biru malam, hijau dan merah adalah warna-warna favorit pengantin. Sebagai aksen, kebaya berhiaskan sulam emas yang atraktif.
  • Kebaya lace bergaya modern berhaiaskan payet juga serasi dikenakan dengan kain batik
  • Jika ingin tampil bergaya dramatis dan trendi, pilihan kebaya panjang menyapu lantai dapat menjadi alternatif.

Kain songket
Kain songket menjadi pilihan favorit calon pengantin karena tampilannya yang glamor, mewah dan elegan. Lihat saja, tenunan benang emas dan peraknya menjadi ciri khas kemewahan songket. Belum lagi keindahan motifnya yang atraktif dan khas. Di Palembang songket juga sering menjadi perlambang status sosial seseorang karena proses pembuatannya yang njelimet dan bahan bakunya yang biasanya terbuat dari benang emas 14 karat. Tentu ini membuat harga songket mencapai puluhan juta bahkan ratusan juta rupiah.

Songket Palembang berbenang emas ini dikenal dengan songket emas jantung atau disebut juga dengan kain cinde. Ciri khasnya kain dasar berwarna merah dengan hiasan tumpal pucuk rebung. Sayangnya, saat ini sudah jarang orang memproduksi kain songket emas jantung, dikarenakan sulitnya mendapatkan bahan baku benang emas. Biasanya kain songket benang emas ini karena harganya yang mahal diwariskan secara turun temurun dan dianggap sebagai benda pusaka dan benda antik. Karena itulah biasanya hanya dikenakan pada saat istimewa seperti perkawinan.

Saat ini banyak juga songket yang dikenal dengan istilah songket benang cabutan. Songket jenis ini merupakan songket 'daur ulang' yaitu songket dengan kain dasar baru tapi ditenun ulang dengan benang emas jantung yang dicabut dari benang emas kain songket lama yang sudah lapuk atau rusak karena dimakan usia.

Songket masa kini
Selain ditenun dengan benang emas, songket yang ditenun dengan benang sutra atau kristal makin diminati. Pancaran kemilau yang dihasilkan benang sutra atau benang kristal tidak terlalu 'memukau' seperti ketika ditenun dengan benang emas. Jenis kainnya juga makin beragam seperti dari bahan dasar sutra yang tentunya membuat tampilan songket makin lembut dan ringan, sehingga makin nyaman dikenakan. Warna songket makin variatif, tidak melulu warna merah yang selama ini dikenal. Warna marun, biru, ungu, fuchsia, hijau, krem, oranye dan masih ada banyak ragam lainnya. Tidak hanya jenis kain, benang dan warna yang mengalami perkembangan. Begitu pula dengan motif, berkembang juga motif baru yang atraktif dan semakin variatif. Tak jarang, kain songket ini juga diberi taburan payet agar tampilannya semakin mewah.

Paduan serasi kain songket
Baju kurung ala Sumatera terbuat dari bahan beludru atau satin yang dilengkapi aksesori gemerlap adalah pilihan umum calon pengantin jika mengenakan konsep klasik tradisional.

Lain halnya jika Anda ingin memadukan songket dengan kebaya lace masa kini yang trendi. Ada beberapa trik yang bisa dilakukan agar tampilan Anda terlihat istimewa:

  • Agar nyaman dikenakan, jahit kain songket sesuai ukuran tubuh. Biasanya para penjual songket menawarkan jasa untuk menjahitkan
  • Lapisi bagian dalam songket dengan bahan tipis seperti bahan paris.
  • Serasikan warna kain songket dan kebaya dalam suatu kesatuan warna yang elegan. Misalnya warna-warna kebaya putih atau krem agar tidak tenggelam dalam pesone songket yang gemerlap, imbangi dengan pemakaian payet bertabur. Kalau perlu tambahan batuan kristal
  • Kenakan aksesori yang setema dengan warna benang songket. Misalnya jika songket berbenang emas, pilih aksesori berwarna emas kuning atau berlian dan begitu sebaliknya. Jika benang silver kenakan emas putih.
  • Umumnya songket dipadukan dengan kebaya panjang atau kebaya kurung. Salah satu alasannya untuk menutupi lilitan kain di pinggang dan pinggul agar terlihat rapi.

Ciri songket berkualitas baik
Memiliki tenunan yang rapat dan rapi, tidak ada benang yang terlepas
Perhatikan jenis benang. Benang yang berkualitas bagus, tidak mudah rapuh dan patah
Jangan mudah tertipu dengan kilau benang yang tampaknya 'kinclong'
Perhatikan kain dasar. Pilih kain dasar yang lembut dan ringan sehingga lebih nyaman dikenakan
Motif songket makin beragam. Pilih songket dengan motif sesuai selera

Cara merawat songket
Setelah dikenakan, angin-anginkan songket terlebih dahulu
Simpan songket dengan cara menggulung. Sisipkan karton di tengah agar gulungannya rapi. Lapisi terlebih dahulu bagian atas songket dengan kertas roti atau kertas minyak
Sebelum menggulung songket, taburi terlebih dahulu dengan butiran merica atau cengkeh sebagai pengusir rayap atau ngengat

Biasanya jika membeli songket Anda akan mendapatkan kotak khusus untuk menyimpan, berupa kotak panjang atau berbentuk tabung.

Sumber: Majalah Perkawinan